Postingan

Sungguh-Sungguh Adalah Modal Utama Menuju Sukses

Gambar
Kegiatan Pelatihan Belajar Menulis ke-15 Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Salam hangat selalu dari saya untuk semua rekan-rekan pegiat literasi semoga kita semua masih diberi kekuatan dan kesabaran serta tekat yang kuat untuk terus konsisten dalam menulis. Kegiatan menulis bersama Om Jay telah memasuki pertemuan ke-15 yang mengusung tema “Mengelola Taman Bacaan”.  Poster yang dibagikan pada WA grub terlihat begitu jelas sehingga pikiran ini melayang ke beberapa waktu yang silam, mengingat saat dulu masih kanak-kanak bunda yang senang sekali membaca membuat sebuah taman baca kecil di sudut ruang tengah di mana kami selalu berkumpul saat waktu luang.  Ada saja yang buku yang di beli bunda untuk kami anak-anaknya dari mulai majalah Bobo, Paman Gober sampai komik-komik yang populer saat itu seperti detektif Conan, Doraemon, Cendy-Cendy dan yang lainnya. Setiap tiga hari sekali bunda akan mencari majalah-majalah baik yang untuk bunda maupun untuk kami anak-anaknya. Beliau membel

BELENGGU MENTAL

BELENGGU MENTAL Oleh: Fitria Ratnawati, S.Pd., Gr. Belenggu merupakan suatu ikatan yang menghambat seseorang atau sesuatu untuk maju, bentuknya bisa terlihat maupun tidak. Contohnya saat kamu melihat seekor kambing yang diikat lehernya, maka kambing itu tidak bisa berlari jauh karena tali itu menghambatnya, itulah yang dinamakan dengan belenggu. Lalu bagaimana dengan belenggu yang tidak terlihat? Ada banyak sekali makna dibalik belenggu yang tidak terlihat, misalnya ketika seseorang tidak bisa pergi atau berkembang lebih maju karena ada sesuatu yang menghambatnya, itulah belenggu tidak terlihat yang biasanya mengikat manusia. Jangan sampai kamu terikat oleh belenggu ini. Karena akan ada banyak hal yang terlewatkan saat kamu hanya diam terbelenggu. Salah satu belenggu yang tidak bisa dikendalikan oleh diri sendiri adalah rasa takut, perasaan ini paling sering membuat seseorang tidak berkembang, dan jangan-jangan kamu salah satunya? Coba lakukan evaluasi diri, apakah sampai saat ini bany

WORKSHOP SLCC & AGP “Bekompetensi Dengan Literasi” (Part 2)

Gambar
Kegiatan Wokshop SLCC & AGP  Assalam`ulaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Salam hangat dan semangat untuk semua rekan-rekan pegiat literasi di mana saja anda berada. Pada hari Sabtu tanggal 6 Februari 2021 pukul 08.00 WIB. Kembali kegiatan workshop SLCC & AGP “Berkompetensi Dengan Literasi” dilaksanakan. Para host sudah mulai sibuk dengan aktifitasnya dalam mempersiapkan segala yang dibutuhkan saat acara.  Di sana ada Bapak Rohmad Ari Wibowo, S.Pd., Gr. yang selalu semangat. Ada Bapak Galih Wicaksono, S.Pd., Gr. dengan senyum ramahnya dibantu juga oleh tim panitia yang lain Ibu Fitria Ratnawati, S.Pd., Gr. dan Bapak Riduan, S.Pd., Gr. Tim Workshop SLCC & AGP "Berkompetensi Dengan Literasi" Bapak Riduan, S.Pd., Gr yang akrab di sapa dengan Pak Riduan sebenarnya adalah Ketua Pelaksana Kegiatan di workshop, namun beliau selalu siap membantu para panitia saat kegiatan berlangsung. Kegiatan masih dimoderatori oleh Ibu Cut Kumala Sari, S.E., M.Pd. yang selalu setia menda

Peran Filsafat Pendidikan Dalam Pengembangan Teori Belajar

Gambar
  Peran Filsafat Pendidikan Dalam Pengembangan Teori Belajar  Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Kali ini kita akan membahas tentang peran penting pendidikan dalam pengembangan teori belajar. Agar memperoleh pijakan berpikir, tentunya cukup strategis jika sebelum mengenal berbagai teori belajar dipahami dulu peran sebagai filsafat pendidikan dalam mengembangkan teori belajar. Berbicara tentang filsafat pendidikan, ada suatu pertanyaan yang mendasar, adakah filsafat pendidikan yang khas di Indonesia? Beberapa alasan kesulitan dalam merumuskan filsafat pendidikan yang ada di Indonesia. Pertama dengan kemajemukan budaya Indonesia sebab tradisi dan budaya setiap suku berbeda-beda, padahal sebuah filsafat harus berakar pada tradisi dan budaya agar dapat dirasakan sebagai milik masyarakat tersebut. Kedua Dengan kemajemukan seperti itu, bagaimana filsafat pendidikan hendak ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang berliku universal, menjadi milik seluruh bangsa Indonesia,

WORKSHOP SLCC & AGP “Berkompetensi Dengan Literasi"

Gambar
  Kegiatan Workshop SLCC & AGP Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Salam hangat selalu untuk semua rekan-rekan pegiat literasi, semoga kita selalu diberi kemudahan dan kesehatan sehingga dapat melaksanakan seluruh aktivitas kita disetiap harinya. Pada hari Rabu tanggal 5 Februari pukul 08.30 WIB. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gayo Lues melalui  Smart Learning Character and Center (SLCC) bersama Asosiasi Guru Penulis (AGP) berkolaborasi mengadakan kegiatan Workshop dengan mengusung tema “Berkompetensi Dengan Literasi”. Adapun kegiatan ini dimoderatori oleh Ibu Cut Kumala, M.Pd dan narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya yaitu Bapak Wardana, S.Pd.  akan memaparkan tentang materi AKM. Dan  Ibu Isnani Rakhmawati, S.Pd., Gr. Dengan memaparkan materi tentang Penjelasan Menyusun Artikel . Kegiatan di awali dengan membaca Surat Al-Fatihah, dan berharap kegiatan ini diberi kemudahan dan kelacaran serta bermanfaat nantinya. Kegiatan workshop SLCC & AG

Menghadapi Tantang Dengan 4 Pilar Belajar Dari UNESCO

Gambar
Seperti kita ketahui, dewasa ini terjadi perkembangan yang amat cepat dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang politik, ekonomi, kebudayaan, pertahanan, komunikasi dan sebagainya yang berdampak kepada pendidikan dan pembelajaran. Tantangan yang bersifat universal ini juga harus di hadapi secara universal pula. Dalam dunia pembejaran untuk menghadapi dan beradaptasi dengan berbagai tantangan itu UNESCO memberikan resep beripa apa yang disebut empat pilar belajar Four pillars of educations/learning  yaitu belajar untuk mengetahui  learning to know, belajar untuk bekerja learning to do, belajar untuk hidup berdampingan dan berkembang bersama learning to live together , dan belajar untuk menjadi manusia seutuhnya learning to be.  Learning to be ini yang diharapkan menjadi sasaran akhir proses pembelajaran. secara ringkas kita akan membahas tentang empat pilar yang dimaksud 1. Learning to Know Belajar untuk mengetahui learning to know berkaitan dengan perolehan, penguasaan dan pema

13 Bahan Kajian Menjadi Penulis Memantik Ide Dalam Menulis.

Gambar
Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh Salam hangat selalu untuk semua rekan-rekan pejuang literasi, semoga kita masih selalu tetap konsisten dalam menulis. Pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2021 tepatnya pada pukul 19.00 WIB kembali pelatihan menulis binaan Om Jay di gelar dengan spektakuler. Kali ini pelatihan menilis kembali dimoderatori oleh Pak Bambang Sang Pegiat Literasi  yang kece abis. Kegiatan ini mengusung sebuah tema yang menggelitik keingin tahuan para peserta yaitu Ide dalam Menulis dengan narasumber yang luar biasa hebat serta masih terbilang muda namun serat dengan pengalaman yang memukau yaitu Bapak Agus Sampurno. Sedikit mengulas tentang beliau sang narasumber kali ini mulai dari pekerjaan terlebih dahulu ya. Di dalam pekerjaannya beliau menjabat sebagai Education Specialist sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako di Sulawesi Selatan. Sebelumnya dari tahun 2015 sampai Oktober 2020 beliau adalah konsultan sekolah dan Project Leader Putra Sampurna Poundation Sch

5 Ragam Teknik Bimbingan

Gambar
Bimbingan Dan Konseling Kebutuhan akan bimbingan dan konseling sangat dipengaruhi oleh faktor filosofi, psikologi, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, demokratisasi dalam pendidikan. Latar belakang filosofis berkaitan dari pandangan tentang hakikat manusia. Salah satu aliran filsafat yang berpengaruh besar terhadap timbulnya semangat memberikan bimbingan adalah filsafat humanisme.  Aliran filsafat ini berpandangan, bahwa manusia memiliki potensi untuk dapat di kembangkan seoptimal mungkin.  Aliran ini mempunyai keyakinan bahwa masyarakat yang miskin dapat dikembangkan melalui bimbingan  pekerjaan sehingga pengangguran dapat dihapuskan. Mereka berpandangan, bahwa sekolah adalah tempat yang baik untuk memberikan bimbingan pekerjaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Psikologi dilatar belakangi dengan proses perkembangan manusia yang sifatnya unik, berbeda dari individu lain dalam perkembangan perkembangannya. Implikasi dari keragaman ini ialah bahwa individu me

Belajar Sepanjang Hayat

Gambar
BELAJAR SEPANJANG HAYAT Bicara tentang belajar dan pembelajaran, adalah bicara tentang sesuatu yang tidak pernah terpikir sejak manusia ada dan berkembang di muka bumi ini sampai akhir jaman nanti. Belajar adalah suatu proses yang dilakukan dan dialami manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang menjadi anak-anak, remaja, hingga menjadi dewasa, sampai ke liang lahat. Sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat. Terori sains juga mengungkapkan bahwa calon manusia telah mulai belajar saat jutaan sperma berjuang mencapai ovum dalam uterus. Jutaan sperma itu seolah saling berebut, lomba mencapai ovum. Banyak di antaranya gugur di tengah jalan. Uniknya satu atau dua sperma (pada kasus kembar tidak identic) mencapai ovum sehingga terjadi konsepsi. Sisa ribuan sperma yang lain mati dan menjadi nutrisi bagi ovum yang telah dibuahi. Demikian calon manusia ini telah belajar berjuang, beradaptasi, bersaing tetapi juga bekerjasama dan berkurban untuk kepentingan sesama. Paul Engra

Kata Komitmen Terpantik Dari Keikhlasan Serta Niat Yang Tulus.

Gambar
Sikap ikhlas berkaitan dengan niat. Niat merupakan keadaan atau sifat yang timbul dalam hati manusia yang menggerakkan keadaan atau sifat yang timbul dalam hati manusia yang menggerakkan suatu dorongan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Dengan demikian, niat dan ikhlas merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam melakukan pekerjaan. Ikhlas adalah melaksanakan suatu perbuatan taat atau ibadah karena menjalankan perintah Allah SWT. Mengharapkan keridhaan-Nya. Sikap Ikhlas dalam semua kegiatan termasuk melaksanakan ibadah merupakan misi kehadiran manusia di permukaan bumi ini. Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan manusia selalu ikhlas dalam beribadah dan dalam melakukan segala aktivitasnya. Sikap ikhlas sangat menentukan kualitas dan nilai ibadah di hadapan Allah SWT. Isyarat ini ditegaskan Rasulullah SAW, bahwa "setiap amal tergantung pada niat seseorang dan akan dibalas sesuai dengan niatnya." (HR Bukhari dan Muslim). Kualitas ikhlas seseorang dalam melakukan perbuata