Dalam dilema kelam, kehidupan tercipta,
Warna kesedihan tergurat sendiri.
Namun seni hidup, seperti pelukis abstrak,
Mengubahnya menjadi kisah yang berarti.
Tiap keputusan, sebuah langkah ragu,
Dalam lorong-lorong dilema yang tak terhitung.
Namun melalui seraut senyum yang terpahat,
Kehidupan menjadi liukan pena aksara yang tak terlupakan.
Dalam setiap luka, ada keindahan terselubung,
Seolah-olah duka adalah kanvas yang terbentang.
Melalui goresan waktu dan peluk seni,
Hidup memahami makna yang sejati.
Kesedihan merajut benang-benang hati,
Namun di dalamnya, kekuatan tersirat.
Seni hidup adalah syair yang terus berkumandang,
Mengubah dilema menjadi harmoni yang abadi.
Comments
Post a Comment