Antara Indi dan Mayor
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa batokatuh
Salam literasi rekan-rekan pejuang literasi semuanya.
Ketemu lagi dengan saya malam ini dalam kegiatan Pelatihan Menulis di KSGN bersama Omjay.
Kegiatan yang menginspirasi banyak guru untuk terus menulis hingga menjadikan guru tersebut menorehkan banyak karya-karya.
Tak terasa kegiatan Pelatihan Menulis Gelombang 17 pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2021 tepatnya pada pukul 19.00 WIB telah memasuki pertemuan yang kedelapan. Saya lihat para rekan-rekan peserta masih tetap antusias dalam mengembangkan karya-karya cemerlang mereka. Secara tidak langsung pula membangkitkan semangat dan motivasi saya untuk terus menulis.
Dalam kegiatan menulis kali ini bapak narasumber yang bernama Mukminin, S.Pd., M.Pd yang akrab disapa dengan Cak Imin mengambil tema "Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit".
Tema yang diangkat sangat menggugah semua penulis tentunya.
Sebelum berbicara tentang isi materi kegiatan yang dahsyat ini ada baiknya kita mengenal lebih dekat siapa Cak Imin.
Yuk kita intip profil beliau di blognya Ciriculum Vitae
Ini adalah karya-karya beliau, keseharian beliau adalah seorang penulis, buku-buku yang telah beliau lahirkan terdiri dari 2 buku solo dan beberapa karya bersama beliau dengan para rekan lenjuang literasi lainnya.
Beliau juga adalah seorang penerbit buku Indi.
Dan beberapa testimoni dari para pelanggannya
Beliau mambagikan tips menulis agar dapat diterima di penerbit mayor. Tips-tips yang beliau paparkan adalah sebagai berikut:
1. Bacalah ketentuan yang terdapat pada penerbit mayor. Dan ikuti segala aturan yang telah mereka berikan.
2. Buatlah tulisan yang mengikuti trend yang sedang ramai dibicarakan. Seperti contoh saat ini sedang merebaknya Covid-19, tentang AKM (Assessment Kompetisi Minimal). Buku-buku pembelajaran tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pembuatannya.
3. Buatlah judu yang menarik.
Cak Imin yang lahir di Jombang 6 Juli 1965 juga menjelaskan secara detil apa yang menjadi pembeda antara penerbit Indi dan penerbit mayor.
Saya yang masih awam tentang penerbit Indi atau mayor bertanya-tanya dalam hati, apakah itu Indi dan apa pula mayor.
Materi yang saya anggap begitu penting untuk disimak menorehkan segudang ilmu yang disuguhkan begitu gamblangnya oleh Cak Imin sang narasumber.
Dalam pemaparan beliau di jelaskan satu persatu apakah itu penerbit Indi dan apakah penerbit mayor.
Ada banyak perbedaan yang mencolok diantara keduanya.
1. Jumlah Cetakan Buku
Di penerbit Indi mereka hanya mencetak buku yang dipesan dan dicetak saja secara berkala. Yang mereka distribusikan melalui medsos baik Facebook, Instagram dan toko-toko online lainnya.
Berbeda dengan penerbit mayor, mereka mencetak buku secara masal. Biasanya cetakan pertama mereka menembus hingga sampai 3000 eksemplar dan mereka memasarkannya di semua toko buku yang bekerjasama dengannya. Misalnya Gramedia
2. Pemilihan Naskah Yang di Terbitkan.
Di penerbit Indi naskah tidak melalui seleksi yang begitu detil, asalkan tulisan tersebut bukan hasil plagiat, tidak mengandung unsur sara maka naskah siap di terbitkan.
Sedangkan di penerbit mayor mereka melakukan seleksi pada naskah-naskah yang masuk untuk diterbitkan, mengapa demikian karena mereka lebih memprioritaskan kelayakan buku yang akan mereka terbitkan. Mereka juga mempertimbangkan buku-buku yang akan mereka terbitkan apakah mengikuti tren yang dibicarakan, karna target pasar mereka adalah buku dapat diterima dan dibutuhkan khlayak ramai.
3. Profesionalitas
Dalam profesionalitas mereka mendapatkan banyak dukungan SDM dari perusahan besar.
Sedangkan di penerbit Indi masih banyak yang beranggapan kurangnya profesionalitas karna dianggap menerbitkan buku dengan biaya yang relatif murah membuat orang sedikit meragukan kualitas yang diberikan.
3. Waktu Penerbitan.
Di penerbit mayor untuk konfirmasi naskah memakan waktu cukup lama antara 1 singga 3 bulan bahkan ada juga hingga bertahun lamanya. Ini disebabkan alur pada Menerbitkan naskah yang begitu panjang.
Berbeda dengan penerbit Indi yang proses penerbitannya relatif lebih cepat. Kisaran waktu yang ditargetkan oleh penerbit Indi antara 1 hingga 2 Minggu buku telah terbit.
4. Royalty
Dalam pembagian hasil juga ada perbedaan lho, jika di penerbit Indi mereka memberikan royalty 15% hingga 20% sedangkan di penerbit mayor mereka memberikan royalty 10% saja.
5. Biaya Penerbitan.
Di penerbit mayor pembiayaan penerbitan geratis. Sedangkan di penerbit Indi berbayar sesuai aturan dari masing-masing penerbit.
Melalui pemaparan yang panjang tersebut tentunya kita semua dapat membandingkan dan menilai manakah yang sesuai untuk kita.
Setiap penerbit memiliki kelebihan dan kekurangan meskipun sudah tampak jelas perbedaannya namun kembali lagi pada diri kita. Akan ke penerbit manakah buku kita hendak diserahkan. Apakah ke penerbit Indi atau ke penerbit mayor.
Beliau yang juga seorang penerbit di Kamila Press memberikan pandangan yang begitu transparan membuat saya jadi mengerti apa itu Indi dan mayor.
Beliau juga memberikan info bagaimana menerbitkan buku di penerbitannya. Selain memberikan fasiltas pembuatan cover secara geratis, sampai pada pengaturan layout.
Tentunya juga buku yang diterbitkannya mendapatkan ISBN yang diakui pada Perpusnas serta boleh PO (pre order) buku atau promo buku dengan harganya, dan mendapatkan sertifikat sebagai penulis.
Tak terasa kegiatan sudah berjalan selama 2 jam. Akhirnya sampai jua pada penghujung acara.
Kegiatan lalu di tutup dengan membaca lafadz Hamdallah.
Sebelum kegiatan diakhiri Cak Imin memberikan pesan sebagai motivasi untuk semua peserta dengan kata-kata yang begitu menginspirasi "Manjadda wajada" barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan keberhasilan.
Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada narasumber kita yang begitu luar biasa dalam semua pemberian materinya, dan terimakasih juga kepada bapak Sucipto yang telah mendampingi kigiatan dari awal hingga akhir dengan penuh keceriaan dan tanggungjawab.
Semoga apa yang kita cita-citakan bersama dalam kegiatan ini menghasilkan sesuatu yang sangat gemilang.
ReplyDeleteMantap sekali Bu Fitri.๐๐๐
Salam literasi.
Terimakasih banyak bu ๐
DeleteMantap tetapsenangat Bu
ReplyDeleteOk ibu, terimaksih banyak Bu ๐
DeleteHebat Bu. Lengkap dengan info tentang Cak Imin. Salam literasi
ReplyDeleteSalam literasi juga Bu, terimaksih banyak motivasinya
DeleteUdah cakep deh. Lengkap dan sempurna tulisannya. Lanjutkan ๐๐
ReplyDeleteOk pak Nana, siap laksanakan boss๐๐
Deletekeren, lengkap bu, semangat berkarya semangat menginspirasi
ReplyDeleteTerimakasih banyak pak Mifta,
DeleteMantab lanjuy
ReplyDeleteTerimakasih banyak pak, diakan saya bisa menerbitkan buku suatu hari nanti
Deleteoke bu ...lanjut..salam literasi
ReplyDeletehttps://amiriqra1976.blogspot.com/2021/01/tips-panjang-umur-dengan-menulis.html
Terimakasih banyak pak, siap meluncur ni pak ke tempat bapak
DeleteLengkap resumenya bu...tetap semangat
ReplyDeleteSelalu mantap dan keren resume Mbak Fitria. Bikin ibu nagih untuk membacanya. Saran sikit je, buat rata kanan kiri tulisanya agar tampak lebih syantik.
ReplyDeleteSiap ibu, saya sudah perbaiki rata kanan kirinya, Terimaksih atas masukkannya๐❤️
DeleteMantap.. design background pun ok
ReplyDeleteTerimakasih banyak pak๐๐
DeleteTOP bangeeet bu Fitri... lanjutkan..semangat menulis dan menginspirasi..
ReplyDeleteTerimakasih bunda Tami๐๐❤️
DeleteSemua ini berkat panduan ibu๐๐
Delete❤๐
ReplyDelete