Setelah terguling dari takhtanya, Raja Arjun mengalami kejatuhan yang begitu dramatis. Dulu dikelilingi oleh kemegahan istana dan pengikut setia, kini dia ditinggalkan dalam kesendirian yang pahit. Namun, nasibnya belum berakhir. Kesejahteraan yang pernah dia nikmati seolah-olah hanya menjadi kenangan yang semakin pudar di balik bayang-bayang kegagalannya. Hidupnya yang telah berubah drastis semakin rumit dengan kedatangan penyakit yang tak terelakkan. Sakit yang tak kunjung reda mulai merasuki setiap serat tubuhnya, merusak kekuatannya yang dulu begitu perkasa. Ia terbaring lemah di kamar yang sepi, di pojokan istana yang pernah menjadi pusat kekuasaannya. Namun, ironi takdir mengubah istana megah itu menjadi penjara pribadinya yang sunyi. Tidak lagi terdengar derap langkah para pelayan yang dulu begitu antusias melayaninya. Mereka telah menghilang, meninggalkan Raja Arjun dalam keheningan yang penuh derita. Sakitnya semakin melonjak, dan ketidakmampuannya untuk bergerak m...
Di sebuah desa kecil bernama Cinta Damai, terdapat sekolah kecil yang dihiasi oleh kebaikan dan dedikasi seorang guru bernama Ibu Ratna. Ia adalah sosok yang penuh ketulusan dan keikhlasan dalam mengabdi di sekolah tempatnya mengajar. Setiap harinya, Ibu Ratna tiba lebih awal untuk memastikan ruang kelas rapi dan siap menyambut anak-anaknya dengan senyuman hangat. Ibu Ratna bukan hanya seorang guru yang hebat dalam memberikan pelajaran, tetapi juga menjadi panutan bagi para siswa. Dia tidak hanya mengajar dengan pengetahuan dari buku, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang sejati. Keterampilan dan kecerdasan anak-anak di sekolah itu berkembang pesat berkat bimbingan dan motivasi dari Ibu Ratna. Namun, kehidupan Ibu Ratna tidak selalu cerah. Di balik senyumnya yang tulus, terdapat rasa kecewa yang mendalam. Kepala sekolah, Bapak Wijaya, ternyata memiliki sifat yang licik dan curang. Ia merasa terancam oleh kehebatan Ibu Ratna dan mencoba segala cara untuk menjatu...
Dalam rindu yang dibalut risau Ada sesak yang selalu menghujam Mengikis poros pikir yang dulu selalu positif Menghempas angan kebersamaan Pandangan kian nanar Senja semakin menghitam Menggelap hingga tak tertampak jingga sama sekali Sepi kini menjadi sahabat sejati Remang pun berisik Sudahlah... biarlah... Episode cerita bersamanya sudah berakhir Ambil saja hikmah dibalik pertemuan itu Setidaknya pendewasaan diri telah kau dapatkan Terimakasih kepada insan yang telah membersamai Kau akan selalu ku kenang Kebaikanmu akan selalu Ku ingat sepanjang masa Kehormatanmu akan selalu kujaga Sebab cinta bukan perkara gampang di buang begitu saja Tapi lebih keikhlasan, mengalah dan ketulusan Gayo Lues, 10_10_2023
Comments
Post a Comment